Senin, 15 Februari 2016
Wajib Di Bawa Saat Umroh
Bagi pembaca yang baru pertama kali umroh pasti merasakan kebingungan yang saya hadapi saat pertama kali ingin berangkat umroh, apa saja yang harus dibawa dan disiapkan. berikut hal-hal yang saya alami saat menjelang keberangkatan umroh akhir januari 2016.
1. Kejelasan Keberangkatan dari pihak travel, termasuk pesawat apa yang akan digunakan
2. Cari tahu suhu yang sedang berlangsung di Mekah dan Madinah serta negara lain yang akan dituju, sudah ada aplikasi accuweather yang bisa memprediksi suhu suatu tempat, berpatokanlah pada suhu terendah dan tertinggi. saat saya ke madinah dibulan januari, melihat prediksi suhu paling tinggi 22 derajat, terendah 6 derajat. ternyata yang saya alami 6 derajat sepanjang hari....brrrr dingin.
3. Kalau sudah tahu cuaca yang sedang berlangsung persiapkan Koper, sesuaikan bawaan dengan koper yang diberi pihak travel, biasanya terdiri dari Koper besar, tas jinjing dan tas slempang.
4. Isi Koper Besar (Wanita)
- gulung atau satukan pakaian dengan plastik ziper, sesuai hari dan sudah lengkap dari pakaian dalem, kaos kaki sampai dengan kerudung (paling simple kerudung berbentuk bergo dan panjang menutupi tangan, mempermudah jika ingin sholat tanpa perlu pakai mukena), biasanya selama di madinah dan mekah saya hanya mengenakan mukena sebagai atasan dan gamis saja. jika ingin irit pakaian bisa dipakai berselang, pakaian hari pertama dipakai di hari ketiga tapi kalau pakaian dalam usahakan minimal satu hari satu kali ganti bahkan bisa dua kali, kalau musim panas mungkin mencuci baju sebagai pilihan alternatif tapi jika musim dingin jangan coba-coba karena susah kering. kalaupun bawa baju sedikit tidak usah khawatir baik mekah mapun madinah banyak penjual pakaian seharga 25 riyal-an. jika umrohnya 9 hari cukuplah bawa baju 5 pasang lengkap (termasuk baju putih atau hitam sebagai ihrom), paling simple gamis dan jangan lupa bawa leggingnya sebagai celana daleman, cukup 2-3 saja.
- mukena 2 buah, cukup satu yang pakai bawahan
- kaos kaki 7 pasang (termasuk kaos kaki tawaf), belilah kaos kaki yang tebal, jangan yang tipis
- 2 buah pakaian tidur (satu dipakai saat di madinah, satu di mekah)
- semua cairan diatas 100 ml
- gunting
- sendal
- sabun
Isi Tas Jinjing (koper kabin)
- baju (ihrom) lengkap 1 stel
- Handuk Kecil
- Obat-obatan/vitamin/cairan obat gosok (semua kurang dari 100 ml)
- Sikat gigi dan odol (dibawah 100 ml)
- masker (beli 1 pak, masker standard putih biru atau bisa juga masker kain) taruh beberapa lembar saja di tas jinjing sisanya di koper
- sarung tangan
- tisyue basah dan kering
- Vitamin E, Vaseline dan cream 21 (kurang dari 100 ml), saya dan suami cukup selama 9 hari, dipakai setiap saat kecuali sesudah miqot, kalau sudah di mekah dan madinah ini di taro di tas selempang
Tas Selempang
- Pasport, buku doa, kertas doa, Al-Qur'an, bolpoint, plastik untuk menaruh sendal,
Untuk kaos dalam doraemon, kalau saya tidak terlalu penting karena saya tidak membawa uang cash yang banyak, disanapun banyak terdapat atm baik mekah dan madinah. saya hanya menaruh uang di kantong baju saja. intinya banyak-banyak berserah dan bersedekah, sedekahkan uang anda pada pekerja masjid, penyapu jalan, saya rasa lebih bermanfaat.
-
Mencoba lebih baik
Rabu, 10 Februari 2016
Umroh dengan first Travel
![]() |
| Pelataran Masjid Nabawi |
![]() |
| Masjid Bir Ali, Miqot Umroh Wajib |
![]() |
| Masjid Nabawi beserta payung megahnya |
![]() |
| Kebun Kurma |
![]() |
| Ka'bah, Panggil aku kembali untuk umroh dan Haji ya Allah |
![]() |
| Jabal Tsur |
![]() |
| Bandara Madinah bersama suami, uwa, om dan tante |
Sabtu, 16 Januari 2016
3.15 tahun 1998 smpn 2 bekasi
![]() |
| Sumarecon bekasi 16 januari 2016 |
Kamis, 14 Januari 2016
Dulu
Berjalan dalam hampa, mungkin terlalu lama meninggalkannya, butuh sesuatu yang dulu, masa lalu yang menyenangkan. Bukan tentang sosok, tapi tentang suasana, duluuuuu....masa itu....
Sabtu, 26 Desember 2015
Ramuan (bawang putih tunggal, bawang bombay dan jeruk nipis)
Jumat, 25 Desember 2015
Selamat hari Ibu
Saya baru menulis tentang hari Ibu saat ini, jauh setelah perayaan di tanggal 22 desember, tapi tetap sama rasanya menulis tentang mama gak akan pernah beda.
Ibu yang sering saya panggil mama memiliki kepribadian kuat, keras dan tidak bisa dibantah. Mama dan Papa berprofesi sebagai guru, sejak saya belum lahir mereka sudah mengabdikan diri pada negara untuk mendidik manusi-manusia juara.
Dalam ingatan saya mama jarang hadir dalam belajar saya, selalu papa yang mengajari kami pekerjaan rumah. Mama akan hadir bila saya akan pentas, mama adalah pendorong terbesar untuk kepercayaan diri saya, menari, lomba putri citra, lomba puisi, sampai lomba menyanyi yang jelas-jelas suara saya fals dan dulu mama meyakinkan saya kalau saya bisa.
Saya tumbuh menjadi anak yang percaya diri berlebih ditengah tubuh saya yang lebih pendek dibanding teman seangkatan saya bahkan dibanding mama sekalipun. Kepercayaan diri saya membuat saya selalu mengambil keputusan sendiri, saya tumbuh menjadi pribadi yang jarang berkonsultasi dan bermusyawarah dengan siapapun. Saya pun jarang bercerita pada mama tentang apa yang saya alami, bullying, rasa lelah atau teman yang tidak menyenangkan. Kesibukan mama salah satu faktornya. Kami (saya dan adik-adik) memang disediakan fasilitas asisten rumah tangga dari kecil, walau mama jarang ada di rumah tapi kami tidak pernah diminta mengurus rumah. Dulu saya berfikir mama lebih cenderung menyayangi asisten kami, karena kamilah yang kerap dimarahi atas tingkah tidak baik asisten kami. Bahkan saya pernah dikunci tidak bisa masuk rumah oleh asisten kami karrna sepulang sekolah saya main leluar rumah, hal ini membuat saya maksa manjet pagar dan berakhir kaki bagian atas saya robek dan itu tidak saya ceritakan pada mama, saya mencari obat sendiri agar luka tertutup, alhamdulillah walau diakhir membuat keloid tapi luka sembuh dan saya tidak infeksi. Sampai saat inipun mama tidak pernah tau kejadian ini, karna mama cenderung membela asisten kami dahulu.
Beberapa tahun lalu saya sempat mengingatkan kembali pada mama tentang segudang pembelaan mama di waktu lampau terhadap art kami, dan mama menjawab bahwa hal itu semata agar anak-anak mama dijaga dengan baik oleh asisten. Ya, akhirnya kami pahami hal itu. Beberapa tahun lalu saya berfikir untuk tidak menitipkan anak saya kelak pada art tapi kok ya gimana, saya kan bekerja kalau bukan art siapa yang kelak akan membantu saya membersihkan rumah dan ngejaga anak saya kelak, hidup memang harus realistis gank.
Dibalik kekurangan mama tetap mamalah juaranya, manusia yang diciptakan Allah unyuk menjaga saya dan adik-adik, memenuhi kebutuhan saya sejak dalam kandungan hingga besar, Ibu yang selalu menuruti keinginan putrinya yang aneh-aneh. Kata mama sayalah anaknya yang paling bahagia, putri pertama yang sering bertualang dan ikut kegiatan tanpa pernah terbantahkan hahhahahha.
Mama selalu hadir saat saya sakit dari saya lahir hingga saya dewasa ini dan sudah memiliki rumah tangga, karena saya selalu minta dikerokin mama kalau dirasa masuk angin, suami saya mah ngeroknya gak profesional hahhaha. Yah sudah sebesar ini, saya belum bisa kasih apa-apa sama mama, belum bisa ngebahagiain, belum bisa setiap hari hadir di rumah mama, belum bisa ngasih cucu. Pasti mama paham kekurangan anaknya.
Terima kasih ma sudah mengandung ima yang nyusahin ini, sudah mau ngerawat dan membesarkan, sudah mau memperhatikan. Maafkan jika anakmu belum sempurna dalam pengabdiannya. Walau saya selalu terlihat galak melarang ini itu, semata agar mama tetap sehat, tetap bersama kami yang lama, bisa menyaksikan cucu-cucu lahir dari kami anak-anakmu bersama papa tentunya.
Selamat hari Ibu ma....
Kamis, 24 Desember 2015
Ridho
Tentang Ridho sering sekali saya ceritakan didalam facebook, liburan panjang ini kami gagal ke purwokerto dan jogja, kondisi jantung papa yang semakin buruk karena pola hidup yang tak terjaga tentunyah, padahal cek ke dokter untuk persiapan mudik jogja karena pakde kakak iparnya papa meninggal di Yogya dan tiket kereta api serta pesawat sudah habis semua, rencana bawa mobil ke yk, alhasil gagal sudah.
liburan panjang ini kami semua stay di rumah, takziah diwakilkan adik yang tinggal di purwokerto. Saya mengisi liburan tentunya dengan masak banyak buat beberapa hari diselingi mengunjungi rumah mama papa yang memang butuh perhatian lebih, mau ke jalan raya rasanya enggan karena macet dimana-mana.
Konsekuensi terus ada di rumah adalah menerima kunjungan Ridho setiap saat.
Ridho anak usia 5 tahun yang tinggal disebelah rumah saya, dia anak yang menjadikan kami temannya, stiap saat selalu memanggil kami, sayangnya kadang kami acuh dengan dia, karena terkadang mengganggu manggilnya (teriak-teriak) walau sebenarnya termasuk anak manis kalau sudah di dalem rumah. Kasih boneka tahfidz dia akan ngutak-ngatik lagu dan doa, paling dia akan cerewet bertanya.
Siang ini dia kami ajak jajan ke sebuah mart, sebenarnya dia ingin beli mainan tapi kami larang, tubuhnya yang tinggi tapi kurus membuat kami selalu memperioritaskan makanan untuk dia beli, setelah selesai berbelanja kami pulang ke rumah. Gak tau kenapa dia berjalan ke arah rice cooker yang sedang terbuka, pertanyaan-pertanyaan mulai berdatangan
R: "ibu gak punya nasi ya?kok habis"
S: "iya do, kasian yah ibu, emang ridho punya nasi"
R: "aku mah banyak banget bu, gak habis-habis"
S: "wah enak dong"
R: "bu, kok ibu makan nasi putih?kan biasanya warna merah"
S: agak kaget karena Ridho ternyata memperhatikan kebiasaan makan kami, bahkan detail sampai materialnya "iya om lagi pingin putih, nanti kalau berasnya habis baru nasi merah lagi"
R: "dicampur aja bu, mbah juga suka gitu"
S: "gak enak ah"
Yup, saya gak pernah terfikir bahwa dia memperhatikannya tapi saya memang merasa anak ini jika dididik dengan baik akan jadi anak pintar, dia pernah komplain karena kami sering pergi sehingga dia tidak bisa main ke rumah dan dia menghapal jawaban kami ketika dia bertanya pada suami, karena suami sering menjawab jalan-jalan rahasia maka dia menyimpulkan sendiri kalau kami mau pergi dia akan jawab pertanyaannya sendiri "om mau jalan-jalan rahasia ya" pinterkan anak ini hahhaha. Pernah juga suatu kali kami membawa Ridho dan keluarga pergi kondangan bareng, didalam mobil dia berkata "oom ini namanya jalan-jalan rahasia ya" spontan kami tertawa semua mendengar celotehnya.
Ridho memang biasa di rawat mbah dan bulenya, mama papanya orang tua bekerja, gak ada yang salah dengan itu tapi terkadang tingkahnya membuat ngurut dada walau saya fikir kenakalan yang dikeluarkan masih dalam batas wajar. Saat ini Ridho sedang diajak Jumatan sama pak swamse, papa nya harus masuk kerja.
Kami memang bukan keluarga kandungnya, hanya tetangga yang baru kenal tapi kami juga bertanggung jawab akan tingkahnya karena kami teman bermainnya. Semoga saja pelajaran baik yang dia ambil dari kami bukan kebobrokan kami sebagai orang dewasa. Aamiin







